Jumat, 31 Juli 2009

Iseng

lagi pengen iseng....

Gara-gara baca postingannya Eka, Rahmi n TT yang disini, sini n disitu....jadi pengen ikutan...
thank's to TT yang udah memberikan ijin (tepatnya aku yang minta deng)





Selamat Menikmati




a. Five Things Found In My Bag
1. Laptop
2. obat kuat (alias Vitamin)
3. Sloof’an Avolution (sloof’nya doank, rokoknya gak ada)
4. Manicure & Pedicure Set’s (eng...ing..eng)
5. Qur’an Cilik (kalo baca harus mencicil)

b. Five Things Found In My Wallet
1. Segala Macam Kartu yang BISA di ‘Gesek-Gesek”
2. Segala Macam Kartu yang TIDAK BISA di ‘Gesek-Gesek”
3. Uang
4. Foto Sepasang kekasih (foto yang cowok cakep lo...sumpeee)
5. Platinum Card Red Square (Balikpapan, Bali, Jakarta, Kuala Lumpur) *ketahuan sering dugem*



c. Five Favourite Things In My Room
1. Kulkas
2. Tipi
3. Cream Natasha (eng...ing..eng lagi)
4. Karpet depan tipi
5. Tempat Sampah & Tempat Baju Kotor (menyalurkan bakat terpendam di olahraga Bola Basket)



d. Five Things I Always Wanted To Do
1. Maen Bola
2. Liburan ke Anfield Liverpool & San Siro Milan
3. Fotobareng dengan Drew Barrymore dan Mbah Surip
4. Honey Moon ke Jayapura
5. Sembuh dari Insomia (pengennnnnn)



e. Five Things I Currently Into
1. Berharap Cepet Nikah
2. Berharap Cepet Punya Anak
3. Berharap Cepat Naik Haji
4. Berharap Cepat punya cucu
5. berharap cepet2 menyelesaikan pertanyaan ke 17 (Do'a in ya)





f. The Person Who Inspired You Now Is
Soekarno, Soeharto, Habibie, SBY, (Mega n Gus Dur GAK!!!), Sultan Hasannudin, Sri Sultan Hamengkubuwono, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Pangeran Fakhry Kelantan (Idiiihhh yang ini GAK banget deh), Kahlil Kibran (kadang-kadang), Che Guevara (kadang-kadang juga), Aidit (hampir gak pernah), Si Mbah dari ayah, Si Mbah dari Mama, Ayah, Mama, Kakak, Adik (eh gak punya adik deng), Kekasih, Drew Barrymore, Preity Zinta, Ladya Cheryl. Sissy Priscillia, Manohara (karena dia chubby), Jhony Iskandar, D’Lloyd, D Mercis, Pance Pondaag, Betharia Sonata, Julia Roberts, kate Winslet, Kamu, Ya kamu juga, tuh juga, yang itu juga, yang dibelakang juga, tuh yang dibawah meja juga (iyeeee kamuuuu), pokoknya kalian....





g. Next Questions


1. Punya handphone? YA IYALAHHH *mencicil*
2. Merk + tipe handphone? Blackberry Bold 9000 (cicil ditelkomsel 24 Bulan, masih 16 Bulan lagidamn nyesel gw nyicil 2 tahun), N95 8GB (kalo ini lunas,nas, nas, nas)
3. Warna/gambar theme yang lagi dipakai sekarang? Tau tuh warna apa, gak jelas
4. Wallpaper? Foto GW Telanjang Dada (ada yang mau minta)
5. Warna casing? Item
6. Aplikasi/folder yang pertama keliatan begitu tekan tombol ‘menu’? Fesbuk dan YM
7. Bahasa yang digunakan di handphone? Bahasa yang digunakan Michael Jackson, Bill Clinton waktu mereka masih kecil
8. Kapasitas baterai saat ini? Auk ah
9. Pakai slot memory? Jenis? Jenis Kelamin Laki-Laki (lha Wong tugasnya "memasukkan' kan)
10. Total kapasitas slot memori? Sisa kapasitas yang belum terpakai saat ini? Sini gih, lo liat sendiri ya... (kok lama-lama jd sebel gw)
11. Choice: Banyak terisi untuk apa memorinya? MP3 Ngaji (biar keliatan Alim dikit)
12. Ada fitur koneksi Bluetooth? Hari genneee gak punya Bluetooth (sapa yang gak punya Bluetooth sini gw cemplungin ke peternakan kepiting..memalukan)
13. Nama Bluetooth kamu saat ini? Raden Mas Afdhal Mangkusaskoro Bin(ti) Mangkuwanito songo wudo sedoyo (sokorrrrrrr, nanya mulu)
14. Aplikasi yang paling sering kamu gunakan? Kalkulator (suka-suka gw)....n Kalender (untuk ngeliat jadwal PMS)
15. Sisa pulsamu saat ini? No Limit Bawellllll
16. Provider seluler yang kamu pake? Telkomsel n Indosat (Khusus untuk Video Call dengan kekasih)
17. Nomer handphone? 0542-862274 (nomor telpon polsek Balikpapan timur)



Fffuihhh selesai juga

Wassalam

Rabu, 29 Juli 2009

Hikmah Meng'Input


Sambil menunggu saat wisuda, bersama seorang teman kami terpilih mewakili kampus untuk test magang disebuah perusahaan telekomunikasi milik pemerintah.
Konon katanya program magang diperusahaan ini sudah berjalan beberapa tahun, selama ini hanya untuk mahasiswa-mahasiswa dari Kampus Negeri, dan baru kali ini memberi kesempatan bagi calon lulusan universitas swasta.

So, Test’lah kami seharian penuh di sebuah kampus universitas negeri terkemuka di kota gudeg.
Saat tes aku melihat seorang cewek yang langsung bikin aku sreg, seakan bertemu bidadari, dadaku berdegap kencang, alam bawah sadarku mengatakan, seandainya dia jadi milikku. Maklum saat itu lagi jomblo (iyeee gw selama kuliah jomblo, catett). Untung aku tidak nekat menghampiri cewek itu dan ajak kenalan, bisa rusak konsentrasiku mengikuti tes ini.

Setelah beberapa hari.....aku mendapat telepon dari pihak kampus bahwa aku lolos dan berhak mengikuti kegiatan magang beberapa bulan di perusahaan ini.

Akhirnya tiba saatnya masuk kerja. Eng, Ing, Eng….
Sehari sebelum masuk kerja aku disibukkan dengan menyiapkan baju kemeja, celana kain dan sepatu kerja. Gak mungkin kan kerja di perusahaan besar seperti ini aku pake kaos, jeans dan sepaku ket (bener gak tuh nulisnya??)…maklum aku belum punya perkakas pekerjaan ini.
Hari pertama kerja, aku menghadapi syndrome hari pertama kerja. Yang jelas setelah menghadap HRD kemudian dikenalkan dengan Manager Accounting tempatku bekerja nanti, selanjutnya berkenalan dengan bapak-ibu divisi accounting....duduklah aku di sebuah meja kosong tanpa apa-apa, tanpa komputer, tanpa buku, tanpa SOP, pokoknya tanpa apa-apa deh, kosong babarblas, air minum pun gak ada, apalagi bakso, pizza ataupun mie goreng.
Oleh si manager aku dipasrahkan kepada supervisornya untuk urusan apa yang harus aku kerjakan. Tapi hari pertama ini si supervisor langsung keluar kantor karena ada yang harus diurus beliau. So ngelangutlah diriku hari itu.


Btw saat kerja magang ini gak ada namanya training-training’an terlebih dahulu...semua learning by doing and doing by learning.... Gak ada tuh yang namanya training kepribadian’nya si Lord Boden Powell (ups itu bapak pramuka ya), gak deng si John Robert Power (hmm beda dikit kok, atau si john cucunya si Lord ya, auk ah)..., apalagi training akuntansi, itu tuh yang mencocokan angka, beuh aku juga bingung kok dulu kuliah ngambil jurusan ini ya, padahal tuh sebenarnya akuntansi lebih kejam dari mutilasi, sumpeee, aku rasa saat itu aku sangat khilaf mengambil jurusan akuntansi, memang diriku gak ada bakat jadi akuntan, tau sendiri kan bakatku Cuma di dunia model dan acting.
Plak...Plak.. Plak...Plak...Plak..Plak... Plak...Plak..Plak...
* ya itu bukan tepuk tangan, melainkan tamparan...puasss*


Keadaan ngelangut begini tanpa kerjaan kualami beberapa hari, sampai suatu hari aku diberi tugas untuk menginput......Alhamdulillah, sujud syukur langsung kulakukan, walopun Cuma menginput yang penting ada kerjaan, yang penting gw kagak makan gaji buta. Iya gak..iya gak..
Kerjaanku tiap pagi ke lantai satu mengambil print-print’an data dari hasil pembayaran nasabah, kemudian aku naik ke lantai 2 tempat ruang accounting untuk menginput data.
Heran juga nih perusahaan ini belum mempunyai system yang baik untuk mensingkronkan data pembayaran nasabah yang connect ke accounting. Ya gak papa deh, yang penting aku punya kegiatan..nginput...deuh senengnya....
Data yang aku input lumayan banyak, apalagi setelah tanggal batas waktu pembayaran telepon, beuhhhh bejibun euy, mana ketelitian sangat dituntut untuk aktivitas ini. Tau sendiri kan jaman segitu belum banyak yang punya handphone, semua masih mengandalkan fixed phone, so masih banyak manusia penghuni dunia dinegara indonesia propinsi daerah istimewa jogjakarta wilayah kotamadya yogyakarta yang masih menggunakan fixed phone dan rela berantri ria saat waktunya pembayaran telepon.
Dukanya kerja magang ini adalah merusak kebiasaanku merokok. Ampunnnnn, bener2 gak bisa ngerokok, mana ruangan accounting banyak diisi oleh kaum hawa, dan sekitarku banyak kertas-kertas berkeliaran....So disaat agak senggang, tempat merokok yang baik dan bener serta berwibawa adalah dapur.
Sukanya tuh bisa jalan-jalan...secara divisi accounting ini membawahi beberapa anak cabang perusahaan selain di DIY juga diwilayah selatan jawa tengah. Sering juga aku diajak keliling ke kantor area seperti Gunungkidul, Bantul, Kebumen, Magelang, wuihhh seneng bangettt, selain makan siang gratis (dibayarin ama supervisor’nya) juga mendapat uang jalan keluar kota. Kalo boleh memilih sih, kerjaanku jangan nginput, tapi nemenin supervisor khusus ke luar kota (emang kantore mbahmu!!!!!)

Btw, program ini tidak hanya di jogjakarta saja, melainkan juga di Solo, Semarang dan Purwokerto. Dan peserta ini berasal dari bermacam-macam kampus ada UGM Jogja, UNS Solo, UNDIP Semarang dan UNSOED Purwokerto dan Kampus Swasta.....Serta berasal dari berbagai macam jurusan, ada yang dari Jurusan Accounting, Jurusan Management, Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Industri, Jurusan Jogja-Solo, Jurusan Semarang-Solo dll.
Untuk yang dari Kampus Swasta kebetulan yang lolos hanya dari Jogja, dan kebetulan lagi 3 orang dari kampus swasta yang lolos tersebut berasal dari kampus yang sama denganku dan kami memang berbeda jurusan (Management, Teknik Industri dan Si Calon Model/Aktor dari Jurusan Accounting)
*ambil wudhu, pake sarung dan baju koko..kalo ada yang timpuk gw gara2 statement diatas dan gw mati, pastinya gw mati syahid*

Singkat kate...singkat cerite..
Berakhirlah program magang ini, dan kami peserta magang akan dikumpulkan di semarang untuk briefing akhir program dan penyerahan kenang-kenangan atas kontribusi selama ini
(btw, apa yang aku kontribusi selama ini ya???)
Pada Moment ini juga sekalian diumumkan peserta-peserta magang yang diperpanjang programnya...peserta-peserta yang diperpanjang kontrak magangnya adalah mayoritas peserta yang berasal dari jurusan teknik dan pastinya si calon model/aktor yang nyasar jadi calon accounting tadi TIDAK diperpanjang....Ya Iyalah tidak diperpanjang, lha wong kerjanya suruh nginput dan jalan-jalan doank, jelaslah tidak memberikan kontribusi berarti...tul gak??...tul gak??
Tidak diperpanjang tidak masalah bagiku, dunia belum berakhir....secara aku berjumpa lagi dengan cewek yang menggetarkan hatiku saat tes magang ini.
Rupanya dia dari UGM Jurusan Teknik dan ditempatkan di Solo, wuihhhh merinding euy...ditambah lagi saat pulang kembali ke Jogja kami satu mobil dan kebetulan duduknya berhadapan...tambah merinding awak ini...dari sekedar basa-basi dan tanya jawab akhirnya aku mendapatkan nomor handphone’nya.
Setelah pertemuan ini, aku mencoba untuk men’prospek cewek ini. Dengan segala daya dan upayaku akhirnya si cewek itu bisa bertekuk lutut termakan rayuan dasyat diriku hihihihi
Dan Alhamdulillah sampai sekarang (dan selamanya Insya Allah, Aminn) Si Doi Masih setia mendampingiku dan Menjadi My Chubby

Sekian sodara-sodara, inilah hikmahnya jadi tukang input.

Senin, 13 Juli 2009

Merinding Saat Training

Ini training hubungannya dengan aktivitas ”menyopir” alias training yang ditujukan kepada karyawan yang membawa mobil....Salah satu Training yang cukup menarik (menarik karena seharian bisa lepas dari email dan pekerjaan) :)

Merinding pertama
Diawal training, si trainer (bukan Om NH lho), yang kebetulan dari pihak eksternal mengajak semua peserta training untuk berdiri sejenak dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Saat mennyanyikan lagu ini, si trainer juga memutarkan video lagu indonesia raya yang biasa kita lihat di TVRI jaman dulu. Liat gambar yang ditampilkan (walopun gambar jadul) tapi sumpah bikin merinding...udah lupa euy kapan terakhir nyanyi lagu Kebangsaan Negara tercinta ini....Saat ngelirik ke peserta training lainnya, wuihhh mereka menyanyikan lagu dengan semangat...walopun beberapa peserta training ini sudah agak tuwir, tapi semangatnya yang luar biasa, bahkan ada yang sampe mengepalkan tangan...tambah merinding awak ini.
Ice breaking yang bener-bener bikin merinding

Merinding Kedua
Training ini adalah training tentang bagaimana mengendarai mobil dengan aman.
Ada beberapa pelajaran penting yang kudapat dari sini (yang selama ini tidak pernah aku lakukan), seperti :
Kalo pagi tuh sebelum berangkat kerja, mobil harus di kontrol. Istilahnya BALOK
B : Ban
A : Air
L : Listrik
O : Oli
K : Kelengkapan Lainnya
Untuk mengontrol ini dibutuhkan waktu sekitar 20 Menit (yaelah kelamaan ngontrolnya dibanding perjalanan kekantor...lha wong Cuma 15 Menit dah nyampe kantor)
Trus ada juga prinsip bagus yang kudapatkan untuk mengemudi, “kalo nyopir jangan dengan kecepatan tinggi” karena Semakin cepat mengemudi semakin sedikit yang dilihat sehingga kemungkinan kecelakaan tinggi, maksudnya semakin cepat mengemudi, semakin sedikit waktu yang kita punya untuk melihat rambu2 dijalan, kendaraan lain, orang dipinggir jalan. Dan tentunya semakin cepat kita mengemudi semakin kecil kemungkinan untuk ngelihat cewek cakep dipinggir jalan (ya iyalah dipinggir jalan, kalo ditengah jalan nabrak donk), atau semakin kecil kemungkinan untuk melihat cewek cakep yang sedang membawa mobil disamping mobil kita (intinya tetttep cewek cakep)
Trus ada lagi nih, jarak aman saat mengemudi mobil beriringan adalah 2 Detik, kenapa 2 detik karena 2 detik adalah waktu paling minimal sebagai jarak pengereman. Nah masalahnya bagemana cara ngitung 2 detik dengan mobil didepan kita ya? Auk ah....
Kemudian, sang trainer berpesan (sebenarnya males banget pake kata “pesan”…kayak waitress aja) “Jangan mengemudi sambil ganti CD, CD yang dimaksud adalah Compact Disc lho bukan CD-Celana Dalam…Ya Iyalah…
Apalagi mengemudi sambil SMS, Fesbukkan, apalagi mengemudi sambil maen games…kalau memang urgent jangan sms, mending telepon saja dan gunakan headset telepon, itu lumayan aman, walau tidak disarankan
Terus trainer juga berpesan (kata "pesan" lagiii…), apapun yang terjadi, walaupun perjalan pendek safety belt selalu dipakai (tuh trainer ampe nyembah-nyembah bilang plissssss, safety belt’nya dipake ya)
Selain pesan dari trainer tadi (tuh kan kata pesan masih dipakai)….trainer juga menunjukkan macam-macam rambu lalulintas dijalan, dan jujur aja baru kali ini ngerti sak ngerti-ngertine tentang rambu lalu lintas
Rambu peringatan : Warna dasar kuning
Rambu larangan : Warna dasar putih tulisan merah
Rambu peringatan/kewajiban : Warna dasar biru
Rambu Petunjuk : Warna dasar hijau
Rambu batas kecepatan : Warna dasar putih
Rambu Wisata : Warna dasar coklat

Kembali ke topic permasalahan…Me Rin Ding (pake nada khas bang rhoma yah)….nah yang bikin aku merinding untuk kedua kali adalah saat trainer menunjukkan (kali ini tidak pake kata pesan) beberapa video dan gambar yang disebabkan karena kelalaian pengemudi.
Beberapa gambar kecelakaan, mobil yang rusak, hancur, nyemplung, nabrak pohon…bahkan kecelakaan mobil yang menyebabkan kehilangan nyawa pengemudi, maupun penumpang….belum lagi video yang menunjukkan hilangannya nyawa manusia lain (diluar penghuni mobil) karena kelalaian mengemudi, bener-bener bikin merinding..
Jadi teringat kira2 4 tahun yang lalu saat bertugas di pekalongan, pernah mengalami kecelakaan mobil di jalur pantura, karena mengemudi dengan kecepatan tinggi dan pada saat yang bersamaan menghindari becak, akhirnya mobilku sukses masuk di tengah2 truk gandeng..ALhamdulillah walopun saat itu mobil bisa dibilang 60% Hancur, si pengemudi yang ganteng itu (aku) Sehat WalAlfiat, tidak ada luka sedikitpun..

Benar2 saat si trainer menunjukkan foto-foto kecelakaan mobil yang diakibatkan karena kelalaian pengemudi bikin aku merinding, dan menyadarkanku untuk lebih berhati-hati dalam mengemudi.
Dan diakhir sesi training…si trainer berpesan (yaelah kata pesan lagi…)…si trainer berkata
"Pay Attention or Pay The Price"


Merinding ketiga dan yang terakhir
(dan janji kali ini tidak ada kata-kata pesan)
Hampir seperti awal training, si trainer saat menutup training mengajak semua peserta untuk kembali berdiri dan menyanyikan lagu Padamu Negeri (dan trainer memutar video lagu padamu negeri yang biasa kita lihat di akhir siaran TVRI)
Kami menyanyikan lagu ini juga penuh khidmat, dengan semangat empat lima enam tujuh delapan (halah!!!!)
Kami menyanyikan pada nada dasar G kemudian ke C, A minor, D minor ke G ke C lagiA minor Demi Moore kece ke C lagiA minor D minor ke G ke C lagi A minor, D minor ke G ke C lagi A minor, D minor ke G ke C lagi, A minor, D minor ke G ke C lagi A minor, D minor ke G ke C lagi
(Capek kan bacanya, kalo aku gak capek ngetiknya, lha wong Cuma copy paste doank)


Saya gak tau, apakah anda semua menyanyikan lagu-lagu kebangsaan ini juga merinding....percayalah, bagi saya tidak dibutuhkan IPK 3,6 kumlaud, atau kemampuan bahasa inggris yang topel’nya 900 atau bersedia ditempatkan diseluruh wilayah indonesia, kalo soal urusan nyanyi lagu kebangsaan bakal bikin merinding
(tuh kan bener janjiku, tidak ada kata-kata pesan) :)

Jumat, 26 Juni 2009

DoeKoen

Pernahkah anda mendatangi dukun??
Entah dukun beranak, dukun tidak punya anak, dukun apapun deh?
Pernah gak??........woii pernah gak??...ditanyain nih, pernah gakkk??
Ya udah kalau gak mau jawab, jawab sendiri aja deh…AKU PERNAH


Di sebuah kota kecil dijawa tengah, sebelah timur kota demak…kota ini diantara para pemercaya ilmu hitam, merupakan gudangnya dukun-dukun alias orang pintar (orang pintar ngeramal, dan nge'santet).
Kota ini merupakan wilayah kerjaku, walaupun tidak bermukim disini, tapi paling tidak saat tugas disini bisa 3-4 hari ngublak-ngublek kota ini.
Saat itu lagi jamannya Togel. Tau kan Togel? Itu tuh tahi lalat besar di muka…(wes gak usah dibahas, nanti ada yang tersinggung)
Togel menurut definisi ekonom-ekonom lokal adalah ilmu menerka. Menerka nomor.
Konon katanya demam togel saat itu mengalahkan demam friendster dan facebook saat ini. Mungkin jika togel masih ada, yang namanya friendster dan facebook pasti lewattttt...

Di kota ini, wilayah kerjaku dibagi dua dengan seorang teman supervisor. Aku selalu nginap jika berada dikota ini, sementara teman satu ini tidak pernah nginap, tiap malam dia selalu pulang ke semarang.
Berkat info dari seorang task force lapangan kami, yang memberitahu bahwa teman’ku itu (beliau udah bapak2 dan kebetulan udah senior) mempunyai kebiasaan buruk mendatangi dukun untuk ”konsultasi” (saddapp, konsultasi booooo) tentang nomor yang akan keluar hari ini......biasanya setelah mendapat wejangan dari mbah dukun, beliau langsung pulang kerumahnya disemarang dan segera mendatangi outlet-outlet togel terdekat untuk memasang ”aplikasi” togel sebelum jam penutupan malam itu.
Jaman itu, semua orang autis dan latah terhadap nomor.....Kalo ada yang janggal pasti dikait2kan dengan togel..misal saat menerima telepon dari nomor tidak dikenal, dan kebetulan nomornya agak aneh (contoh ; 024 ; 776544), wah langsung tuh dikaitkan dengan togel, padahal itu nomor kantor polsek semarang timur.......ada lagi nih, saat sedang menyopir dan tiba-tiba hampir serempetan dengan motor, eh si motor dikejar hanya untuk ngelihat plat nomornya dan berharap sapa tau nomor itu nanti malam bakal ”keluar”
Ada lagi yang lebih parno (kebetulan team task force kami berjualan produk ke outlet).... Saat sore hari ngerekap penjualan, mereka memilih uang yang paling bersih dan rapi, nah uang terpilih tersebut langsung Diangkat-Dilihat-Diterawang-Dipecicili nomor seri’nya, dan langsung disimpulkan nomor ini akan dipasang ke bandar togel nanti malam...hmmm pliss deh

Kembali ke rekan kerjaku......
Karena penasaran, aku tanya langsung ”Pak, Njenengan kerep nang mbah dukun yo? Nuwun sewu lho..nyante wae pak, aku ora bakal kondo-kondo wong liyo kok”
Artinya : Pak loe sering ke dukun ya, maap lho, nanya doank, gak bakal bilang-bilang ama yang lain kok"
Dan sambil tersipu-sipu malu, dia menjawab ”Inggeh”
(bayangin aja deh, kalo bapak-bapak tersipu malu gituhh...gw aja males bayangin)
”Pak, aku entuk ora pisan-pisan melu nang mbah dukun” tanyaku penasaran
”yo wes, entuk, tapi ojo kondo-kondo kanca kantor yo”
(intinya aku menanyakan apakah sesekali bisa ngikut dia ke tempat dukun, dan ia menyetujui asal gak bilang-bilang teman kantor)

Akhirnya tiba saat yang kunanti-nantikan….suatu hari setelah kami selesai supervisi, sore hari kami meluncur ke rumah si mbah dukun….
Rumah si mbah tidak terlalu angker, seperti rumah biasa aja, diteras ada mas-mas 2 orang sedang nongkrong, pintu ruang tamu terbuka lebar, aku Cuma menunggu diteras rumah, sementara temenku masuk keruang tamu….sambil ngintip-ngintip aku liat temenku bertemu dengan 2 orang wanita (kayaknya itu putri’nya si mbah), setelah berbicara dengan 2 orang wanita tsb, temenku duduk dikursi bundar ruang tamu (kayaknya dia menunggu si mbah), tapi si mbah luammma banget keluar keruang tamu.

Sambil menunggu teman yang masih gelisah didalam, naluri detektif’ku keluar…aku iseng2 bertanya pada mas-mas 2 orang yang sedang nongkrong diteras.
“mas keluarganya si mbah ya?”
“ohh mboten mas, kulo nggeh ‘pasiennya” mbah”
“pasien…maksud lo???”
“ iya mas, saya dan teman saya tadi pagi baru konsultasi, kami dari Semarang”
“konsultasi opo ya mas?”
“ya konsultasi nomor”
“sering ya mas konsultasi disini, dari hasil konsultasi gimana hasilnya?”
“oohh sering bangettt, sudah beberapa bulan saya ngelaju Semarang kesini, bisa dibilang hampir tiap minggu saya kesini, dan sudah lama saya konsultasi ama si mbah, hasilnya ya pernah sekali ’tembus’, seringnya gak tembus”
“SEKALI!!!!!...” (hmm orang bodohhhh)
“lha ini kan sudah konsultasi, nunggu apa lagi mas?”

”biasanya saya konsulasi pagi, trus siang nongkrong aja disini, sore konsultasi lagi..ya kadang2 mbah keluar lagi dan ”ngeluarin” nomor baru lagi”
”trus biasane piye mas??”
”ya nomor baru itu nanti saya olah lagi waktu pulang kesemarang,’
”ohh gitu ya??”

Dari mas-mas itu juga aku tahu, bahwa si mbah ini adalah ‘penasehat spiritual” petinju indonesia yang sedang nge’top (itu tuh si Keris Jon), didalam rumah memang terlihat ada beberapa frame foto besar berisi gambar si mbah dan petinju tsb. Konon katanya beberapa hari sebelum pertandingan, si petinju pasti datang ke rumah si mbah untuk “mohon restu”, dan juga konon katanya saat si petinju sedang bertanding si mbah tidak pernah menonton langsung di Tipi, bukan karena si mbah gak punya tipi atau si mbah udah rabun shg gak bisa nonton tipi, melainkan saat si petinju sedang pukul-pukulan diatas ring, si mbah berada disebuah kuburan (kuburan beneran atau kuburan kucing, pokoknya kuburan) dibelakang rumahnya sambil mengibar-kibarkan kain putih keramatnya…sekali lagi, ini konon katanya lho sodara-sodara


Daripada lama2 bercakap ama 2 orang manusia gak jelas ini, mending aku masuk aja nemenin temanku yang sedang berhadapan dengan si mbah…
Aku mengambil tempat duduk persis dibelakang teman’ku itu….kedengaran dia bercakap dengan si mbah menggunakan bahasa jawa hualussss banget...si mbah ini wajahnya seram, masa lalu dan masa depan'nya suram hihihihi piss...tampangnya tidak jauh beda dengan Tuk Bayan Tula dukun yang digambarkan dalam pilem laskar pelangi

Sambil ngelirik aku ngeliat si mbah menuliskan beberapa nomor dalam 3 baris. Dan ngeliat temanku yang Cuma bisa menundukkan kepala (persis abdi dalem keraton waktu ketemu rojo), dan samar-samar terdengar si mbah bilang
“Le, nomor iki akeh, nomor sing pasti kuwi ono Nang ngarepmu”
“nak, nomor ini banyak, untuk nomor yang pasti itu ada didepanmu”

Si mbah langsung melenggang kangkung masuk kedalam rumah dan meninggalkan kami…sebelum si mbah masuk temanku mengejar si mbah dan menyelipkan 2 bungkus rokok+Duit, tapi ama si mbah ditolak mentah-mentah…mbah Cuma bilang “Taruh aja dimeja’

Cepat2 kami Kabur keluar rumah, dan sempat dicegat ama mas2 diteras tadi dan menanyakan kepada temanku perihal nomor yang diberikan si mbah, tujuannya untuk “menyamakan persepsi” katanya (alesannnn).....tapi dgn enteng temanku menjawab
“maap mas, nomor-nomor ini Sangat confidencial” (Halah!!!!)

Dan apa yang terjadi dengan temanku dengan nomornya :
Esok hari saat ketemu dia dan aku tanyakan perihal “pemasangan nomornya”, dengan memelas temanku menjawab “gagal maning..gagal maning” (sokorrrrrrrrrr)
Rupanya sepanjang perjalanan pulang, yang terngiang-ngiang hanya kata-kata “nomor yang pasti itu ada didepanmu’, so nomor yang diberikan si mbah dihapal serta “dicocok-cocokkan” dengan nomor2 aneh yang ditemui selama perjalanan pulang..ya plat nomor motor, plat nomor mobil, uang kembalian, pokoknya serba didepan”
Dan setelah dia pelajari dan analisa lagi, katanya (katanya lho), bahwa nomor yang “keluar” malam itu sama persis dengan nomor box/kotak PLN didepan rumahnya…HALAH!!!!!ampunnnnnnnnn…..(itupun dilakukan setelah tahu nomor’nya gagal tembus). Entah itu kebetulan atau memang kemampuan si mbah tadi.
Wallahu’alam Bisahwab

Dan apa yang terjadi dengan si mbah :
Dengan ditutupnya praktek togel, konon katanya si mbah kehabisan pasien. Dan Cuma tersisa si petinju tadi sebagai pasien tetapnya

Dan apa yang terjadi dengan mas-mas yang berada diteras rumah si mbah :
MENEKETEHE

Senin, 22 Juni 2009

Ronda

Sebagai warga yang baik yang patuh kepada pancasila dan UUD 45 dan tanggung jawab Pribadi sebagai satu-satunya penghuni kos yang tidak menyetor kewajiban bulanan alias gratis-gretong, maka saat jadwal ronda diwilayah RT ini, namaku berada di.list teratas penghuni kos yang diberi label “Wajib’ain” untuk menjadi Ronda’ers.

Mulai tahun lalu, wilayah RT tempat kos’ku berada kegiatan ronda digalakkan kembali. Saat itu kos-kos’an hanya berisi 3 kepala dari 20 kamar yang ada. Saat jadwal ronda dikeluarkan pertama kali, untuk kos2’an kami hanya mendapat jadwal 1 nama saja dari 2 bulan jadwal. Dan total kos2’an mendapat jadwal 4 kali jaga. Dan kami ber3 sebagai penghuni kos2an saat itu bersepakat untuk menggilir jadwal tersebut.

Dan lengkaplah penderitaan kami ber3, karena jadwal yang dibuat panitia ronda sangat-sangat tidak bersahabat. Jadwal ini tidak mengenal jabatan, zodiak, umur, pekerjaan, , kemampuan microsoft word, excel dan kemampuan menghafal butir-butir pancasila, intine tidak perduli HARI...mau hari kerja, ya kalo dapat jadwal hari kerja ya tidak bisa dirubah (bisa sih dirubah ke malam minggu, tapi dengan syarat ada salah satu warga yang punya jadwal malam minggu mau tuker jadwal, dan itu SANGAT JARANG TERJADI)

Memang tidak setiap bulan ada jadwal ronda, pasti ada jeda, setidaknya 3 bulanan. Karena bergantian dengan RT tetangga yang juga mengadakan ronda.
2 bulan kedepan lagi-lagi ada kegiatan ronda, dengan Tema Utama ”Dalam Rangka Mensukseskan Pemilihan Umum Presiden dan demi kenyamanan Warga” ya pokoke antisipasi untuk Pilpres gitu deh (susah amat sampe ada tema segala).
Berhubung kos2an kami sudah terisi lebih dari 10 Kamar (dari 20 Kamar), bayangannya sih ronda nanti lumayan ringan, otomatis kalau semua kebagian jadi jadwal ronda paling Cuma sekali dalam 2 bulan, TAPI itu hanya mimpi.... panitia masih tetap gak rela kalo anak kos hanya mendapat jadwal sedikit, so jumlah pasukan ronda yang biasanya hanya 5 orang, ditambah jadi 6 orang. Tetep aja, 2 bulan kedepan aku mendapat jatah 2-3 Kali Ronda. Tugas pertama sudah aku laksanakan dengan (tidak) Ikhlas. Karena bertepatan dengan hari kerja. Bayangin aja ronda dimulai dari Jam 1 sampe Jam 4.
Monggo dibayangin.......jangan lama-lama bayanginnya

Kalau team ronda’nya asyik-asyik sih gak papa, waktu 3 jam gak kerasa deh...tapi kalau team ronda mempunyai kelakuan seperti pembawa acara Infotainment, Mati dah...isinya gosip mulu, bayangin aja tuh bapak-bapak gosipin sesama warga, Rusak donk Makna dari Ronda sesungguhnya, Ronda tuh tujuannya selain untuk menjaga keamanan dan kenyaman warga, juga sebagai ajang silaturahmi antar warga yang selama ini jarang bertemu (mungkin ada yang belum kenal), nah yang ini isinya gosipin si Bu RT’lah, Pak Anu’lah, Ibu Anu’lah, pokoknya gosipin anu-anu’an deh
Kebetulan saat ronda kemarin, pasukannya asyik-asyik, gak ada gosip sesama warga, yang ada ngomongin masalah politik negara, masalah kota dan beberapa topik lainnya, ya intinya sih apa yang mereka omongkan hampir sama dengan koran lokal yang aku baca tadi pagi, atau dengan kata lain, mereka sama-sama mengulang apa yang mereka baca dikoran dan dibahas bersama-sama (bisa dikatakan ”bedah koran hari ini)

Yang dilakukan saat ronda, selain kong-kow di poskamling (pastinya), nonton TV, Main Catur, Digigitin nyamuk, ngobrol ngalor ngidul serta ada juga kegiatan keliling ke rumah-rumah, yang mane tiap warga diwajibkan menyediakan (jimpitan) berisi uang Rp.1.000,- (Ini yang kadang menyebalkan, sudah keliling capek2, eh pada gak nyediain uang),

Bagaimana kalau tidak hadir ronda?? Ini dia yang lagi menjadi topik hangat dikalangan Ronda’ers. Memang sudah ada peraturan jika petugas ronda tidak hadir saat ronda (sesuai jadwal) akan didenda Rp. 50.000,-, tapi jika tidak hadir karena ada alasan yang dapat diterima, maka denda itu tidak berlaku, masalahnya tuh, alasan yang dapat diterima tuh alasan seperti apa? dapat diterima sama sapa? Hihihi bingung kan
Intinya kalau tidak berada ditempat misal dinas luar kota, ataupun sedang cuti pulang ke jawa, alasan ini paling logis utk diterima, asalkan ”Matur” alias laporan ama kepala regu ronda, Pak RT, dan ketua seksi keamanan RT, Polsek Terdekat, KPK, KPU (yang merah gak perlu).

Ada kejadian tidak menyenangkan saat salah satu petugas ronda sedang dinas luar kota dan tidak sempat laporan dengan kepala regu’nya, kebetulan petugas ronda yang dinas luar kota ini adalah teman kos. Dan sudah 2 kali tugas dia tidak hadir dan tidak laporan. Sementara sudah 2 kali jadwal jaga ini, hanya si kepala regu’nya saja yang selalu hadir, dan semua teman2 jaga’nya tidak ada yang memberi kabar.
Si kepala regu habis kesabarannya, jadilah dia mendatangi satu per satu anggotanya, mungkin sudah emosi juga, saat dia mendatangi kos-kos’an di kepala regu ini memukul pagar kos menggunakan pentungan besi berkali-kali, dan bayangkan saat itu pukul 3 dinihari....jam 3 subuh boooooo....
Saat itu tidak semua penghuni kos berani keluar kamar, hanya 2 orang penghuni kos kamar atas sebelah kamarku yang keluar, Mas A dan Mas B (nama disamarkan, tepatnya ”ngarang”, lha belum kenal namanya kok, maklum penghuni baru)
menanyakan kepada bapak pemukul pagar kos, dan si bapak menanyakan ”Mana yang namanya Suparji” (kali ini nama samaran beneran, karena saya tau namanya). Mas A dan Mas B bingung, karena mereka tidak tahu. ”Suparji sapa sih pak?”...
”pokoknya mana orangnya, tugas ronda kok gak pernah datang”
Karena kamarku paling pojok atas dan mendengar suara ribut itu, maka keluarlah diriku dengan Sarungan berisi celana boxer dan kaos putung (penting gak sih ini ditulis hehehe) dan diiringi backsound anthem dibioskop 21 maka kutemui si bapak kepala regu ronda malam itu.
”Ada apa pak” tanyaku.... ”Suparji mana??” tanya dia
“pak suparji sedang pulang ke jawa” jawabku....
si bapak masih ngeyel nanya lagi ”yang benar dia pulang kejawa??” dengan nada tinggi ngalah2in nada marahnya si toro margen (bintang sinetron antagonis)
Yee si bapak masih ngeyel juga, udah subuh2 gini ngajak ngotot2an lagi..
“Iya Pak, yang namanya bapak suparji sedang pulang ke jawa, itu motornya dititipin ditetangga sebelah” aku jawab dengan nada gak kalah tinggi seperti christian sugiono menghardik seorang cowok yang mengganggu alyssa soebandono di sinetron Alisa (giliran menganalogi diri sendiri pake aktor cakep, dilarang protes!!!!)
“kalau pulang ke jawa, laporan donk, bilang biar kita tahu, ini sudah 2 kali jadwal jaga tidak ada kabarnya” si bapak masih berteriak.
“baik pak, nanti saya sampaikan ke pak suparji’nya, tapi bapak caranya jangan gitu donk, ini sudah jam 3 pagi, pake mukul2 pagar segala, dan dikamar bawah ada anak bayi tuh pak” emang gw gak bisa marah
Si bapak pergi sambil berteriak “bilang ke pak suparji, kalau tidak bisa hadir ronda, tolong laporan”
Iye....iye...nanti gw bilangin, bawelll amat sih (nah yang ini dalam hati aja kok ngomongnya)

Ini dia masalah umum dari kegiatan ronda, sudah 2 tahun berjalan pasti warga semakin bosan dengan ronda, masalah seperti tadi sering terjadi, kadang ada satu regu yang Cuma hadir satu orang, bahkan ada juga yang semua anggotanya tidak datang sama sekali (gubrakkkk!!!!). Mungkin juga warga tambah bosan, karena selama ronda belum pernah sekalipun ketemu maling (biar keren2 dikit kan...ronda, ketemu maling trus digebukkin, wah pasti warga yang lain jadi semangat rondanya hehehe), ditambah kegiatan monoton selama ronda yang Cuma nongkrong, ngobrol, keliling ambil jimpitan uang seribu perak (kalo ada), digigit nyamuk, kedinginan, trus bikin warga jadi tidak produktif (khususnya yang kebagian ronda saat hari kerja, dah kebayang betapa ngantuknya saat kerja besok pagi, tidak produktif bagi pengantin baru)
Kayaknya metode dan fasilitas ronda harus dirubah, mungkin metode jimpitan harus dihilangkan, ganti aja iuran beli CCTV dan dipasang disemua sudut jalan, jadi yang ronda tinggal mantau dari poskamling yang menjadi pos cctv untuk memantau keamanan RT. Atau posrondanya dipasangi AC, dan disediakan Spring Bed, kan bikin betah (iyeee, betah diposronda doank, gak keliling aliass pindah tidur)
Hmmm..kayaknya usulku ora mutu babar blas....ada yang punya usul lain??