Yup, Heboh dengan si Bu Lan.....Istilah Bu Lan dipinjam dari broneo disini
Bu Lan adalah kegiatan Tahunan, dimana Team Sales Bersatu Padu dengan Team Marketing untuk membuat suatu perencanaan ditahun depan.
Dan Bu Lan ini akan dipresentasikan di Depan Direktur dan Manager yang tingkatannya udah gak bisa dilihat dengan mata telanjang (malaikat kalleeeeeeeeeee)
Menyatukan dua divisi dalam satu visi dan misi tidak gampang.
Jadi teringat tahun lalu, saat bersama-sama broneo, berdarah2 (ciehhh, berdarah2) menyelesaikan Bu Lan’nya Borneo/Kalimantan..
Semua data sudah dikumpulkan, Berusaha memikirkan Situasi Analysis apa yang terjadi sebelumnya dan akhirnya membuat plan dan strategi untuk tahun depannya.
Tapi tidak gampang. Karena harus bersatu-padu dengan Team Sales, dimana data-data dari team sales pun tidak kalah banyak (lebih banyak bahkan)
Nah proses penyatuannya juga bukan hal yang gampang, butuh toleransi, rekonsiliasi, konsultasi, mencicilisasi, begadangisasi, meriangisasi pokoknya yang pake asi-asi deh
Nah Tahun ini aku terlibat lagi (tepatnya Di”Perbantukan) alias diberdayakan
Kali ini agak berat, berhubung keberadaan saya di sini baru beberapa hari, dan wilayah regional yang cukup (sangat) luas..bayangin ajah dari kepulauan Sulawesi, Ambon Ternate sampai papua. Jadi bener2 harus cepat ”masuk” supaya bisa maksimal dalam menyelesaikan si Bu Lan
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Bu Lan ini adalah strategy antar divisi Sales Dan Divisi Marketing untuk menyambut tantangan ditahun depan.
Secara prinsipal (mungkin dibeberapa perusahaan lain juga) Sales dan Marketing seharusnya sejalan. Sebenarnya tujuannya sama, tapi Berhubung mempunyai ”kendaraaan” yang berbeda-beda, apalagi masing-masing kendaraan mempunyai pengemudi yang berbeda, dan komponen-komponen lainnya yang tentunya berbeda pula dan ”handling” komponen2 itu pastinya berbeda.
Untuk menyatukan ini semua, tidak gampang sodara-sodaara..sekali lagi tidak gampang.
Cuma satu yang dibutuhkan agar semua berjalan dengan baik
SATU HATI....itu yang paling penting
SATU HATI SATU TUJUAN...
Ditempat sekarang ini saya merasakan SATU HATI merupakan kata kunci utama dalam menyelesaikan Bu Lan ini...karena kami berangkat dari 2 Divisi Berbeda..
Dianalogikan sebagai sebuah kesebelasan, DUA pimpinan divisi ini harus menjadi partner coach yang SEHATI. Bersama assisten pelatih mereka berdua harus SEHATI dalam menentukan Strategi untuk pertandingan 2010 nantinya.
Partner Coach harus jeli dalam menentukan siapa yang menjadi Stricker yang berfungsi sebagai ujung tombak pencapaian TUJUAN, Stricker ini mendapat tugas untuk mereguk pangsa pasar dan tentunya penjualan yang besar.
Pemain yang masih ”punya opportunity untuk berkembang” ditunjuk sebagai pemain sayap kira dan kanan yang bisa menusuk kejantung pertahanan lawan saat lawan lengah.
Dan yang ditunjuk sebagai Playmaker adalah pemain yang bisa ”termasuk pemain safe” jadi bisa mengatur permainan, bisa mengatur pasar. Sedangkan si pemain bertahan termasuk keeper adalah pemain yang sudah mempunyai pangsa pasar dan kontribusi volume sedikit dan sudah terbiasa menghadapi serangan lawan yang bertubi-tubi.
Asalkan Partner Coach sudah sehati menentukan Strategi dan Tujuan, dengan Resource Stricker, Pemain Sayap, Playmaker dan Pemain Bertahan tadi Insya Allah TUJUAN itu dapat dicapai bersama.
Inspiring :
IZAKOD BEKAI IZAKOD KAI
SATU HATI SATU TUJUAN
Tulisan ini saya lihat di body pesawat Merpati (Merauke – Jayapura – Manokwari – Makassar) yang aku tumpangi saat kunjungan ke jayapura
Konon ini adalah bahasa daerah merauke dan dijadikan tagline kota merauke

Ffuihhhh, akhirnya Bu Lan versi Regional sudah selesai, setelah hari-hari terakhir ini hanya tidur beberapa jam sajah.
Kembali ke kehidupan normal dan menyelesaikan tugas kantor dari si Om



